category
Life
Tampilkan postingan dengan label Life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Life. Tampilkan semua postingan
2019/05/06

Marhaban ya Ramadhan...

Rasanya baru beberapa waktu lalu pada saat sahur aku menonton film Umar bin Khattab, dan sekarang Ramadhan sudah tiba lagi. Syukur Alhmadulillah bertemu lagi dengan bulan Ramadhan.

Kemarin malam tarawih bersama rasanya jadi rindu suasana ramadhan di Indonesia. Tapi untuk tahun ini, dan dua tahun ke depan aku akan melewatkannya di Jepang. Berhubung aku baru menjalankan satu hari puasa. aku belum bisa berbagi tips bagaimana ramadhan di Jepang.

Perbedaan waktunya sangat terasa. Yah kalau di Indonesia jelas lebih singkat hanya 12 Jam, sedangkan di Jepang aku harus menahan puasa sekitar 18 Jam. Sebagai kaum minoritas Waktu dan tidak adanya Toleransi adalah Tantangan terBesarnya. Meski begitu teman teman disini dan orang kantorku masih bisa menghargai apa yg kami lakukan dalam artian (tidak melarang) bagiku ini suatu nikmat yang patut di syukuri.


1. WAKTU SAHUR

Kalau di Indonesia kalian akan mendengar suara dari Masjid yang membangunkan orang-orang untuk sahur, disini jelas tidak akan ada suara apapun. hehe..
Waktu sahur di jepang dimulai dari Jam 2 malam adalah waktu yang tepat untuk menyiapkan makanan sahur, bagi aku sendiri yang tinggal di Gifu waktu Imsak sekitar pukul 3:10 malam, sedangkan waktu subuh pukul 3:20.

2. WAKTU BERBUKA

Ini yang paling aku rindukan.. Yah. Suara Adzan. Semua orang yang berpuasa pasti menunggu Suara Adzan maghrib dikumandangkan. Tapi sayangnya itu tidak ada disini. Waktu maghrib disekitar Gifu adalah 18:38 saat aku perjalanan pulang kerumah, satu satunya cara adalah aku membatalkannya dengan air putih yang aku bawa terlebih dahulu.

Karena disini tidak akan ada pasar Ramadhan dipinggir jalan seperti di Indonesia, melainkan gunung yang mengelilingi kita. hehe..
Satu hal yang patut di Syukuri adalah bulan Ramadhan datang di musim Haru (Semi) karena suasananya sedang hangat. Jadi tidak begitu berat untuk menjalankannya. 

So, untuk teman teman yang menjalankan puasanya di luar negeri. Semangat Berpuasa!

Puasa Pertama di Jepang

2018/08/11

Assalamu'alaikum

Ahh lama sekali blog ini tanpa tulisan, berapa bulan yah sampai lupa. 

Sebelumnya aku minta maaf mungkin postingan aku kali ini adalah sebuah (red: unek-unek) di hari minggu yang seharusnya penuh kebahagiaan hehee.
Tapi bukan tanpa alasan, semoga tulisan ini bisa memberi manfaat dan pandangan bagi kita umumnya perempuan dan khususnya laki-laki. 

Jadi, ceritanya pagi pagi begini temanku tiba tiba kirim pesan via WA yang aku sendiri mengendus kalau dia mau Out dari yayasan. Sumpah rasanya seperti gak rela karena dia baik banget. Dia juga salah satu alasan aku buat nguatin diri disana. 

Tapi dia diberi cobaan yang menurutku ini adalah pilihan yang "Serius", yang gak bisa sembrono juga buat menentukan keputusannya. 

Guys, kalau kalian para perempuan didatangi laki laki untuk dinikahi siapa sih yang gak bahagia? 
Apalagi dia langsung datangi orang tua kalian. Waaaw gentle memang..

Photo by Marc. A Sporys on Unsplash  

Begitupun yang dialami temanku, awalnya aku juga ikut senang mendengar kabar ini tapi lama lama aku malah merasa ilfeel. WHY??

Okey, Pertama hal yang harus kita sadari bahwa pernikahan itu sama dengan menghabiskan sisa usia kita bersama orang lain (suami & anak anak) dan itu bukan perkara mudah meski itu goals setiap pasangan. 

Tapi pasangan yang bagaimana yang bisa merealisasikan goals diatas? Tentu, yang bisa mengayomi dan membimbing kita para perempuan, tidak hanya di dunia tapi sampai di akhirat, dengan apa? 

"I M A N". 

Kalau kita dilamar, bukankah kita punya kesempatan untuk memilih, bahkan Islam mengajarkan kita untuk memilih calon pasangan salah satunya dilihat dari Agamanya. 

Terus apa sih yang ngebuat aku Ilfeel? 
Aku gak tau berapa banyak hal semacam ini menekan para perempuan diluar sana. 

Ketika datang lamaran seakan kita tidak punya pilihan karena diancam apabila kita tidak memilih dia, maka dia akan bunuh diri. Wth-

Jujur, ini Tolol menurutku. Sekali pun hanya untuk menggertak apalagi bercanda.

Aku gak paham apa yang mereka (para laki-laki) ini pikirkan. Mungkinkah yang mereka pikirkan bahwa nantinya para perempuan akan merasa tidak tega sehingga menerimanya?
Tidakkah mereka sadar bahwasannya mereka sedang merendahkan dirinya sendiri?

Mereka telah menunjukan bahwa diri mereka orang orang yang lemah Imannya?
Bukan seperti ini sob, cara menarik hati perempuan. Apakah mental yang seperti akan membangun generasi yang kuat nantinya? It CAN'T BRO!!! You just dreaming.

Jadi, intinya adalah coba memantaskan diri sama-sama sebelum kita menjejaki jenjang yg lebih serius, bukan hanya mengedepankan nafsu semata, sebab bisa Repot nantinya.

Dan ingat pernikahan bukan hanya sekedar hidup berdua tapi Allah mengamanati kita dengan anak (nantinya) untuk  kita didik. Sudahkah kita sampai pada tahapan ini?

Bukan Gitu Bro CARANYA

2018/04/26

Assalamu'alaikum. I'm back with my second post!

Hari ini aku akan bahas mengenai Quarter Life Crisis Go To The Goal of Life. Apa itu?
Nah selama tahun 2018 kalian pasti sudah punya rentetan Goals atau Resolusi, kan?

Kalian bisa sebutkan di kolom komentar biar aku amiinkan yah..

Photo by Becca Tapert on Unsplash

Bicara soal resolusi. ini bisa jadi acuan keberhasilan seseorang selama satu tahun atau beberapa bulan ke depan. Tapi jika ditilik, Resolusi hanya sebagian kecil dari Tujuan hidup kita.

Hampir di setiap negara usia 20 tahunan merupakan penanda seseorang telah dewasa, sama hal nya di Indonesia. Pada usai ini pula seseorang telah dianggap mandiri, karena itu biasanya beberapa orang akan merasakan suatu beban tersendiri untuk menuju ketingkatan yang lebih mapan. Mulai dari mengubah pola pikir, tingkah laku dan segala urusan yang menandakan ia telah melalui masa-masa remaja yang penuh gejolak dan ketidakstabilan.

Ok. sekarang aku ingin mengajak kalian jujur dengan menjawab pertanyaan ini untuk diri kalian sendiri.

1. Apa cita-cita kalian?
2. Apa tujuan hidup kalian?
3. Apa rencana setelah lulus (SMA/Kuliah)?
4. Sudahkah kalian memiliki rencana dalam karier?
5. Apa yang sudah kalian miliki sampai hari ini?
6. Apa pekerjaan kalian sudah menggambarkan cita-cita kalian?

Ada yang masih bingung dalam menjawabnya?

Tidak apa, di usiaku pun yang sudah kepala dua ini masih bingung dalam menjawab semua pertanyaan di atas. Bukan karena aku tidak tahu apa cita-cita yang ingin aku capai, tapi ada banyak faktor lainnya. Terlebih jika aku perhatikan apa yang ingin aku kejar semuanya hanya berdasarkan kesenangan semata.

Pada intinya, seseorang pernah mengatakan bahwa hal ini biasa terjadi selama periode usia 20-an dikarenakan usia transisi, dan ternyata situasi ini dinamakan Quarter Life Crisis.


is a period of life ranging from twenties to thirties, in which a person begins to feel doubtful about their own lives, brought on by the stress of becoming an adult - Wikipedia.org 

Atau dalam bahasa Indonesianya Krisis seperempat baya adalah situasi dimana orang-orang berusia 20 - 30 tahun merasa bingung dan mempertanyakan tujuan hidupnya guys. Mereka akan mengalami rasa kekhawatiran dan ketidakpastian serta kekacauan batin. Biasanya puncaknya terjadi di usia 25 tahun. Tapi tidak menutup kemungkinan usia di atas 25 tahun pun masih mengalaminya, walaupun jika kita lihat usia ini adalah usia mapan, kan?

Sebagian orang menganggap jangan terlalu membawanya menjadi masalah serius, karena hal ini pasti dialami oleh kebanyakan orang. Tapi menurutku guys, kita juga gak boleh main pasrah yah gak? kita bisa ambil tindakan untuk mengatasinya atau bebenah lah mulai merancang untuk masa depan kita nantinya.

Secara psikologis usia 20an disebut dengan masa Dewasa Awal akan banyak hal mengejutkan yang dialami seseorang untuk terlepas dari masa Remaja.

Betikut beberapa hal bisa menjadi penyebab seseorang mengalami Quartet Life Crisis.

1. Kemandirian 

Menjadi seseorang yang mandiri adalah goal setiap orang. Baik mandiri secara Mental & Ekonomi. Mengapa secara Ekonomi perlu?
Seseorang yang telah memasuki masa Dewasa Awal di tuntut dapat memenuhi kebutuhannya sendiri. Apabila ada ketimpangan di salah satunya, maka seseorang masih belum dapat di katakan Mandiri.

2. Membandingkan Diri

Melihat orang lain lebih sukses dari diri kita, tentu bisa membuat kita semakin down. Maka berhentilah untuk membandingkan diri kita dengan orang lain. Dan mulai lah untuk melihat ke dalam diri kita untuk menemukan potensi-potensi besar yang bisa mengantarkan diri kita pada kesuksesan.

3. Mengejar Passion 

Sekarang saatnya untuk mengenal diri kita lebih dari siapa pun. Cobalah tanya kan pada diri kita, Apa kelebihan kita? Kembangkanlah! bisa jadi kamu akan merasa bingung.

Wajar saja, sebab secara spontan orang akan lebih mudah dalam menjawab kekurangan dirinya dari pada kelebihannya.

Bicara soal Passion sebetulnya tidak harus berkaitan dengan keahlian seseorang. Bisa jadi ketika kamu mencoba hal yang baru atau yg biasa kamu kerjakan, dan kamu menemukan peluang kesuksesan disana itulah Passion.

4. Cari Teman Dekat &/ Komunitas

Terkadang kesendirian membuat kita merasa nyaman dan bebas karena kita bisa berbuat semaunya. Tapi lama-lama bukan hal yang baik yang akan kita rasakan guys, sebab setiap pemikiran, perasaan akan diolah oleh diri kita sendiri, sehingga membuat kita akan berfikir sempit dan menumbuhkan rasa ketidakpuasan terhadap hal tertentu.

Jadi, ada baiknya kita memiliki teman dekat dan/ atau komunitas untuk tetap memiliki pandangan dan pengalaman yang luas. hal terpenting adalah untuk mengembangkan diri dan  menghindarkan kita dari tekanan Psikologis.

5. Bermanfaatlah untuk Orang Lain. 

Pernah tidak kalian menyadari, Orang tua selalu memiliki rejeki untuk anaknya, meskipun tidak selalu pada saat kita memintanya.  Kenapa demikian? Sebab ia memiliki orang lain (anak) yang harus ia pikirkan. Menjadikan anaknya/ keluarganya sebagai Motivasi dirinya, maka orang tua memikirkan segala cara untuk dapat memenuhinya dan saat itulah mereka sedang memacu dirinya bekerja secara maksimal.

Percayalah kalau kita berfikir segala sesuatu hanya untuk diri sendiri, Allah akan menyempitkan rejeki dan kesuksesan kita. Bukankah dalam setiap harta kita ada hak orang lain?

Maka itulah pesan Allah agar kita mampu bermanfaat bagi orang lain, lebih bagus lagi tidak hanya sebatas keluarga. Bukankah Rasulullah bersabda;

Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain 

Allah bersabda; "Jika kalian berbuat baik, sesunguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri" (Qs. Al - Israa : 7)

Maka tidak ada ruginya berbuat baik bagi orang lain. Sebab Allah sendiri yang telah menjamin kebaikan itu akan kembali pada kita.

Quarter Life Crisis Go To The Goal of Life